Kamis, 23 Juni 2016

Informasi materi PATI

  • Internet
    Konsep internet dan nettique
    Browsing
    Pengenalan Domain Name System, perbedaan browsing dan searching
    Activate All Akun UMM
    Hotspot (login-hotspot.umm.ac.id)
    Info KHS (infokhs.umm.ac.id)
    Webmail (webmail.umm.ac.id)
    Blog UMM (student.umm.ac.id)
    E-Learning (kuliah-ppai.umm.ac.id)
    Input dan Editing Data
    Simawa (simawa.umm.ac.id) dan BK (bk.umm.ac.id)
    Edit Biodata (ppai.umm.ac.id)
    Menyampaikan Tugas Blog dan Pembuatan Akun Google (gmail)
    Tugas blog dapat di akses di kuliah-ppai.umm.ac.id
    Pembuatan Akun Google
  • Layanan TI UMM
    umm.ac.id (Digilib, IRO, UKM, E-Book)
    krs.umm.ac.id
    Pengenalan Simutu (simutu.umm.ac.id)
    Rumah Sakit Umm (hospital.umm.ac.id)
    Info KHS

Rabu, 22 Juni 2016

Perkembangan dan Kemajuan Tekhnologi

PERKEMBANGAN DAN KEMAJUAN TEKNOLOGI

Ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di indonesia berkembang dari tahun ke tahun sejak indonesia masih dalam penjajahan Belanda. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia pada masa penjajahan dipelopori dan diperkenalkan oleh pemerintah kolonial Belanda. Pada waktu itu masyarakat diperkenalkan pada persenjataan modern baik yang ringan maupun yang berat. Teknologi lain yang diperlihatkan dan digunakan oleh Belanda berupa kendaraan tempur dan alat-alat transportasi lainnya. Teknologi-teknologi tersebut berasal dari negara-negara di Eropa. Kemudian pemerintah kolonial Belanda menanamkan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui pendidikan di sekolah-sekolah maupun dengan cara penggunaan secara langsung kepada masyarakat di indonesia.
Perkembangan ilmu pengetahuan teknologi dari barat di Indonesia membawa dampak bagi kemajuan negara Indonesia. Masyarakat Indonesia mulai melakukan pergerkan untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Di samping itu penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi di indonesia juga membawa dampak bagi semangat juang bangsa Indonesia. Mereka memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi modern untuk mencari informasi-informasi terkini mengenai keadaan dunia. Oleh karena itu masyarakat Indonesia benar-benar terbantu dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
             Pada masa kolonial perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi belum begitu maksimal. Pemerintah koloniallah yang menjadi penyebab perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di indonesia. Pemerintah kolonial menghalangi akses-akses masuknya ilmu pengetahuan dan teknologi dari barat ke Indonesia. Mereka juga melakukan pelarangan terhadap pendidikan bagi masyarakat Indonesia untuk mempelajari ilmu pengetahuan dan teknologi. Akibatnya indonesia tertinggal jauh dengan negara-negara di sekitarnya. Secara keseluruhan penyebab lain dari ketertinggalan Indonesia dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi adalah sebagai berikut :

Kota Malang dan Makanan Khas Malang

Kota Malang



Malang, adalah sebuah kota/kabupaten di Jawa Timur. Kota ini terletak di dataran tinggi, sehingga udara di kota ini cukup sejuk. Adapun budaya-budaya yang dapat kita jumpai di Malang antara lain Wayang Topeng Malangan (Topeng Malang). Gaya kesenian ini adalah wujud pertemuan tiga budaya (Jawa Tengahan, Madura, dan Tengger), Hal tersebut terjadi karena Malang memiliki tiga sub-kultur, yaitu sub-kultur budaya Jawa Tengahan yang hidup di lereng gunung Kawi, sub-kultur Madura di lereng gunung Arjuna, dan sub-kultur Tengger sisa budaya Majapahit di lereng gunung Bromo-Semeru. Etnik masyarakat Malang terkenal religius, dinamis, suka bekerja keras, lugas dan bangga dengan identitasnya sebagai Arek Malang (AREMA) serta menjunjung tinggi kebersamaan dan setia kepada Malang.
Di kota Malang juga terdapat tempat yang merupakan sarana apresiasi budaya Jawa Timur yaitu Taman Krida Budaya Jawa Timur, di tempat ini sering ditampilkan aneka budaya khas Jawa Timur seperti Ludruk, Ketoprak, Wayang Orang, Wayang Kulit, Reog, Kuda Lumping, Sendra tari, saat ini bertambah kesenian baru yang kian berkembang pesat di kota Malang yaitu kesenian “Bantengan” kesenian ini merupakan hasil dari kreatifitas masyarakat asli Malang, sejak dahulu sebenarnya kesenian ini sudah dikenal oleh masyarakat Malang namun baru sekaranglah “Bantengan” lebih dikenal oleh masyarakat tidak hanya masyarakat lokal namun juga luar daerah bahkan mancanegara. Khusus di Malang sering diadakan pergelaran bantengan hampir setiap perayaan hari besar baik keagamaan maupun peringatan hari kemerdekaan.
Adapun jika kalian mencari makanan atau jajanan khas malang di sini kita bisa menemukan sangat banyak, yang paling terkenal antara lain Apel, Bakso Malang, Tempe dan kripik tempe khas Sanan, tahu lontong dan masih banyak yang lainnya.


Keripik Tempe


Sentra industri tempe Malang terletak di daerah Sanan, Malang, Jawa Timur, keripik tempe adalah jajanan khas asli kota Malang yang telah banyak dikenal dan diminati oleh banyak wisatawan yang pernah berkunjung ke kota Malang karena rasanya yang khas, yakni gurih dan memiliki beraneka cita rasa.
Salah satu warga daerah Sanan, Bapak Hadi Gunawan telah berhasil memproduksi kripik tempe dengan berbagai macam rasa. Usahanya ini telah dirintis mulai tahun 2002 bersama keluarganya.
Keripik tempe dibuat dari bahan pokok yaitu kedelai dijadikan tempe yang bertekstur padat kemudian dipotong tipis, dicampur dengan bahan-bahan lain seperti tepung beras dan rempah-rempah, antara lain ketumbar, bawang, kapur, sirih, santan, dan daun jeruk purut sebagai bumbu. Adonan tersebut kemudian digoreng hingga kering, renyah dan gurih. Proses pembuatan keripik tempe ini dilakukan secara tradisionil dan tanpa bahan pengawet sehingga aman untuk dikonsumsi dan juga higienis.
Berat dalam kemasan tersedia dalam dua macam yaitu 100 gram dan 200 gram. Keripik tempe dikemas dalam plastik yang lumayan tebal sehingga dapat tahan lama, dan dikemas kembali dengan kardus apabila akan dikirim ke luar kota.
Keripik tempe terdiri dari beberapa aneka rasa antara lain: rasa original (rasa asli tanpa tambahan bumbu seasoning powder), rasa balado, rasa barbeque, rasa keju, rasa pedas manis, rasa jagung bakar, rasa jagung manis, dan rasa pizza. (Andre)


Sumber: http://mediacenter.malangkota.go.id/2011/02/kripik-tempe-khas-malang/#ixzz4CNPtCpZw